Berbagi Itu Indah Dan Menyenangkan
foto : Saat berbagi sebungkus nasi kepada saudara kita di jalanan
Apa yang kami lakukan pada hari ini,minggu 28 Maret 2021 adalah bentuk kepedulian kepada saudara kita yang membutuhkan bantuan, Kami d sini bergerak dalam organisasi yang bergeerak dalam bidang sosial, membantu saudara kita yang sedang membutuhkan,
Pagi ini Kami bergerak mulai dari jalan kembangan kabupaten Purbalingga menuju arah pulang ke Desa kami Yaitu Di Guemlem, Dessa yang asri penuh dengan sejuta pesona, baik etnik, alam, maupn pesona yang lainnya, semua lengkap dan itu menjadi kebanggaan kami. Karena itu kami selalu kangen dan selalu ingi pulang.
Awal perjalanan kami dengan tujuan berbagi sarapan di hari ini, yang tidak seberapa banyak nasi yang akan kami bagikan, tetapi bukan itu tujuan kami, Kami lakukan ini dengan sepenuh hati dan hanya sekedar ingin memberi semangat kepada mereka di pagi ini. Dengan sebungkus nasi beeserta lauk pauk seadanya, mungkin akan memberi tenaga bagi mereka dalam memulai aktifitas di pagi ini.
Dari Kembangan kami singgah di pertigaan lampu merah Klampok. Di sana saudara kita sangat senang dengan apa yang kita lakukan,dan sangat antausias dengan meluapkan kesenangannya dengan selalu mendoakan kami, supaya apa yang kami lakukan akan terus kami lakukan tidak hanya sampai di sini saja. Keberkahan juga mereka selalu rindukan.
Lanjut perjalanan kami menuju ke barat, teerhenti di jalan pasar perja, yang tak luput dari kami juga mereka kaum kurang akalnya atau yang disebut dengan orang gila juga menjadi sasaran kami. Bagi mereka yang sama sekali tidak punya penghasilan, pemberian sebungkus nasi mungkin sangt berarti, karena meraka juga butuh asupan tenaga yang berasal dari makanan.
kunjungi facebook kami : griya peduli sosial
Akhirnya nasi bungkus terbagi semua, dan tugas kami belum selesai sampai di sini, karena kami harus mengantar pulang, seorang kakek tua yang katanya mau ngamen tetapi dengan kondisi yang sangat memrihatinkan. Berdiri dengan satu tongkat di tangannya, kaki dan kaki dan tangannya gemetaran,tetapi dengan keinginan yang besar untuk mencari uang, beeliau tetap berjuang mencari nafkah.
Kami menghantarkan kakek itu ke rumahnya,,, dan alangkah kagetnya kami melihat kondisi rumahnya yang kami rasa tidak layak huni, begitu kumuh dan kotornya. Dia hidup sebantang kara makan, tidur sendirian, bahkan masakpun beliau lakukan sendiri.
Di rumah beliau Kami bercerita banyak tentang sejarah kehidupannya di masa lalu yang masih sehat tidak seperti sekarang yang seperti ini, yang disebabkan karena tersengat listrik sampai telapak kakinya harus dikelupas akibat sengatan listrik.
singkat cerita kami pulang dengan rasa senang bisa membantu merka yang membutuhkan. dengan sepenuh hati kami ikhlas tanpa mengharap imbalan dari orang tetapi hanya mengharap imbalan dari sang pencipta,sang penguasa alam, yang maha sempurna, maha kaya, maha segalanya.
Semoga apa yang kami lakukan di hari ini bisa mengetuk hati semua orang yang sekiranya ingin membantu kepada sesama. Kami siap menampung bantuan Anda dan akan menyalurkan kepada haknya
penulis ; Gianto


